Menteri PPPA Direncanakan Buka Pelatihan ICT Bagi Pelaku Industri Rumahan di Malut

Menteri PPPA Direncanakan Buka Pelatihan ICT Bagi Pelaku Industri Rumahan di Malut

  • 25 Agustus 2018
  • Admin
  • Umum
  • General
  • 0 Comments

TERNATE, OT - Dalam rangka pemberdayaan perempuan untuk  masyarakat khususnya industri rumahan maka Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerja sama dengan Assosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM), melaksanakan Pelatihan  Information and Communication Technologies (ICT) bagi Industri Rumahan di Provinsi Maluku Utara.

Pelatihan yang dipusatkan di laboratorium Program Studi Teknik Informatika  Universitas Khairun (Unkhair) Ternate ini, direncanakan akan dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yembise, direncanakan akan membuka pelatihan bagi industri rumahan di Provinsi Maluku Utara (Malut), Jumat (24/8/2018) besok.

Berdasarkan  rilis yang diterima redaksi indotimur.com menyebutkan, pelatihan ini akan diiukuti 80 peserta   dari target keseluruhan 420 ibu-ibu pelaku Industri Rumahan. 

Ketua APTIKOMm Zainal A. HAsibuan dalam rilisnya mengatakan, Industri Rumahan (IR) memiliki kontribusi yang cukup berarti dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Selain peranannya dalam pertumbuhan ekonomi, IR juga telah menciptakan lapangan penyerapan tenaga kerja, sehingga dapat menjadi salah satu upaya pendistribusian hasil-hasil produk usaha di masyarakat.

Untuk itu, KPPP dengan APTIKOM selanjutnya akan melaksanakan pelatihan di tahun 2018  di 5 provinsi, yakni Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat,  Kalimantan Timur, Bangka Belitung dan Sulawesi Utara. "Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di 8 provinsi pada tahun 2017," ujar Zainal.

Melalui program pengembangan IR, Zainal berharap, dapat memberdayakan perempuan di bidang ekonomi, tanpa harus mengganggu kewajiban mengurus keseharian rumah tangganya. Dan salah satunya adalah melalui Pelatihan ICT, dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK-ICT) dengan mengoptimalkan berbagai aplikasi software, baik berbasis desktop, berbasis web, android maupun mobile.

Sementara Leader Pelaksanaan Kegiatan ini Nina Kurnia Hikmawari berharap, kegiatan ini dapat  meningkatkan baik kualitas maupun kuantitas produknya, peningkatan kompetensi SDM, perluasan pemasaran, efisiensi biaya produk, inovasi varian produk, kemudahahan pelayanan pemesanan, efisiensi distribusi produk, inovasi sistem manajerial dan lain sebagainya. 

Menurutnya, pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat akan sangat membantu para Pelaku Pemberdayaan Ekonomi di masa depan. Permasalahan yang ada saat ini, tidak semua pelaku Industri Rumahan (IR) paham dengan teknologi.

"Kalaupun ada yang 'melek' Teknologi Informasi masih tersimpan kekhawatiran dalam diri pelaku, seperti belum tersedianya sumber daya yang mencukupi utuk membeli, memelihara dan menjaga," ujarnya.

Sejauh ini, langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia khususnya Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (KPP&PA) adalah penguatan kapasitas dan produktifitas pelaku IR. "Pelaku IR sebagian besar dilakukan oleh perempuan dengan menghasilkan produk melalui proses nilai tambah dari bahan baku tertentu, yang dilakukan di tempat rumah perorangan dan hasilnya kembali kepada pelaku," jelasnya.

"KPP&PA berupaya meningkatkan kesadaran, akses dan transfer teknologi untuk mengembangkan pelaku Industri Rumahan inovatif yang antara lain dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komuniksi (TIK) sehingga diharapkan akan mampu bersaing dengan pelaku yang lainnya. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang menjadi Prioritas Nasional," tuturnya. 

Sedangkan, koodinator pelaksana Wilayah Maluku Utara, Amal Khairan menambahkan, dalam pelaksanaan Pelatihan teknologi informasi yang dibutuhkan oleh Pelaku IR tidak saja berhubungan dengan produksi/pemberian jasa, tetapi juga dalam operasional perusahaan sehari-hari.

"Melakukan segala sesuatunya secara manual akan sangat merepotkan dan akan menghambat proses produksi, sehingga dengan optimalisasi ICT dapat meningkatkan usaha yang dimilikinya," terangnya.

Sementara A. Benny Mutiara berharap, hasil dari pelatihan ini dapat memberi dampak bagi peningkatan usaha dan perekonomian masyarakat khususnya kaum perempuan, dimana hasil  dari pelatihan ini  para peserta dapat mengenal ICT bagi industri rumahan, mampu melakukan pencarian informasi menggunakan internet, mampu menghitung biaya produksi dan harga jual, mampu memasarkan produk menggunakan media sosial, mampu membuat surat menyurat menggunakan komputer dan mampu membuat profil usahanya sendiri untuk pengajuan kebutuhan dana.

Untuk itu, kata dia, dapat disimpulkan dengan adanya pelatihan ini, maka dapat meningkatnya kapasitas dan pemahaman pelaku IR dalam penggunaan Teknologi Informasi di proses produksi dan pemahamanya serta meningkatnya pemahaman Teknologi Informasi sebagai  faktor yang dapat meningkatkan Kinerja Pelaku. (Sartika M. Bodja)

 

Sumber: indotimur.com

 

Keywords: ICT IR, Pelaku Usaha Rumahan, Maluku Utara